Pagi hari setelah tidak memiliki tanggungjawab untuk tagihan tugas dan segala macam gemuruh deadline rasa jauh berbeda, dikehidupan yang cuma sekali ini aku selalu memilih hidup untuk mode survive dan tidak mengandalkan orang yang tidak memilih ku, di akhir semester yang habis-habisan pun sama aku memilih untuk diam. Hai aku balik lagi untuk melanjutkan tulisan ini di hari kesian after yudisiumku, tepatnya di tgl 16 September 2026 rasa hidup melelahkan sekali dan aku memilih untuk tidur, dari sekian banyak perjuangan yang sudah ku selesaikan untuk bertahan sejauh ini sungguh ini melelahkan, bukan tidak percaya kepada sang pencipta tapi lebih tepatnya apakah ini salahku karna aku malas?. Aku sering mempertanyakan ini kepada jiwa yang terdiam jiwa yang sering terabaikan hingga tiba saat yang tepat aku ingin hidup bahagia. Waktu yang kupunya dihabiskan untuk menonton dan melamar kerja, sayangnya itu membuat mental ku dan merenggut kebahagiaan kecil di jiwa ku yang hilang. Ternyata tumbuh dewasa menjadi seperti ini banyak sekali masalah hidup, dan kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang ku inginkan, jika ditanya lagi mungkin saat itu aku tidak tahu apa yang membuatku tetap ingin terlahir didunia ini, saat ini aku termasuk orang yang malas dan tidak tahu ini arahnya kemana, cuma jiwa ku ingin satu yaitu bekerja, dan bekerja pun mereka sudah sangat jauh larinya sedangkan aku masih disini-sini aja, hal ini yang membuat mental ku semakin terpuruk dan aku tidak ingin menjalin relasi kepada siapapun untuk apapun, memang betul kita harus meyiapkan ruang untuk emosi kecewa kita kepada orang lain, bahkan saat ini aku dan keluarga ku sedang tidak stabil emosionalnya, disinilah aku ingin ditolong oleh dady, aku ingin hidup dan dinafkahi oleh papa bule tapi sayangnya aku siapa untuk bisa sejauh itu meminta dan membayangkan saja tak mungkin, begitulah rasanya semua harus ku tangani sendiri, dalam hidup yang tidak ada modul serta kurikulum kehidupan aku cuma ingin mengingatkan ini untuk my self pertama jangan pecaya kepada siapapun sekalipun keluarga itu bisa menipumu juga, kedua lo harus sabar dan responsif kalau ibu mu yang bertanya dan mendiskusikan sesuatu karna ibu memang tiada duanya ibu yang sudah mati-matian memperjuangkan ini semua, tapi tidak semua masalah mu ibu harus tau karena gap dan pemikiran kita beda jauh, ketiga jangan pernah berharap apapun dan membuat ekspetasi apapun kepada manusia, manusia adalah sumber luka terhebat dan itu tidak bisa dipungkiri aku salah satu manusia itu, keempat setelah melihat realita bukan mati rasa tapi kenyataannya gue tidak ditakdirkan untuk hidup bahagia karna cinta, kasih saya dan ketulusan itu semua bullshit, gue dibesarkan karena tanggungjawab dan kewajiban bukan karna kasih sayang dan cinta yang penuh ketulusan tapi ini penuh kesusahan dan konflik keluarga, yaa gue tau kalau kaya gini jatuh gue ga bersyukur that kenyataan bro, masa gue harus berbohong sama realita ini, bahkan hubungan gue dan keluarga sebenernya naik turun, mungkin sifat manusia itu ga pernah puas dan selalu berubah atas segala permasalahan yang terjadi dan cara merespon masalahnya, gue lebih sering mengusahakan semuanya sendiri khususnya soal materi, ini lah kenapa gue bilang tumbuh besar bukan karna cinta tapi karna tanggungjawab hidup butuh uang bukan butuh cinta so yeah gue ga mau menikah dan punya anak kalau semuanya belum stabil mungkin gue lebih memilih untuk olahraga dari gue harus sengsara berperang menghadapi semua yang pernah gue alami gue turunkan ke anak gue nanti, gue udah capek harus ngertiin dan ngalah sama semuanya, lebih baik gue mempersiapkan hidup untuk diakhirat nanti, gue udah ditahap kehilanga lost spark dalam kehidupan ini semuanya terasa flat dan yaudah semua tetap berjalan dan sampe kapan pun ga ada yang mau ngertiin perasan lo kaya gimana. Kelima, kita lu ga lagi balapan sama siapaun jadi take ur time, lu sedang balapan dengan versi diri lu yang sebelumnya so yeah, konsisten aja semua ada resikonya kalau ada kesempatan ambil jangan terllau diserius semua hal, ga baik juga. Mungkin itu pesan yang bisa gue tulisan hari ini buat pribadi gue yang malas dan sedang ada zona nyaman gue, gue lagi ga mau terlalu berambisi dan take if flow aja ini alasan klasik yang sadenga gue coba dengan berdiri di zona nyaman gue.
Comments
Post a Comment