Pernah ga sih kalian ngerasain hidup ini hampa hilang arah dan gitu terus, sampai mikir aku ngga mau lahir di dunia tapi dengan segala kenikmatan yang sudah tuhan berikan itu malah menambah rasa bersalah terhadap nikmatNya. Pada suatu pagi di bulan ramadan aku selalu tidur setelah sholat subuh dan itu ku lakukan terus sampai tgl 8 Maret 2026 entah apa yang salah pada diriku ini rasanya capek jika aku bangun dan menghadapi dunia yang tidak jelas ini. Aku hidup menjadi seorang yang hampir dewasa karna sebentar lagi aku harus bekerja, tapi sampai sekarang aku belum tahu kecenderungan minat dan bakatku dimana, ini lah yang membuat ku stress karena hidup ku tidak diimbangi oleh olahraga dan hanya bermalas malasan lalu didepan laptop. Jika di tanya apa yang unik dari ku aku pun tidak tahu tapi satu yang aku punya rasa penasaran dan kalau aku sedang rajin aku akan mengejarnya sampai aku mendapatkannya. Selama berkuliah jujur saya aku tidak memiliki sesuatu yang itu aku banget kecuali ikut lom...
Pernahkah Anda merasa seperti terjebak dalam lingkaran belanja yang tidak produktif? Anda terus membeli barang-barang yang tidak menghasilkan uang, malah justru menguras tabungan. Jika iya, Anda mungkin terjebak dalam zero-sum game —situasi di apa yang Anda keluarkan tidak memberikan keuntungan, bahkan membuat Anda terus merugi. Dalam ekonomi, zero-sum game adalah kondisi di mana keuntungan satu pihak berarti kerugian bagi pihak lain. Namun, dalam konteks kebiasaan belanja, Anda bisa menjadi pihak yang selalu dirugikan jika tidak mengubah pola konsumsi. Artikel ini akan membahas: ✔ Apa itu zero-sum game dalam kebiasaan belanja? ✔ Mengapa kita terus membeli barang yang tidak menghasilkan uang? ✔ Strategi untuk keluar dari kebiasaan ini dan menjadi lebih menguntungkan. 1. Memahami Zero-Sum Game dalam Kebiasaan Belanja Apa Itu Zero-Sum Game? Dalam teori permainan (game theory), zero-sum game adalah situasi di mana keuntungan satu pihak diimbangi oleh kerugian...